efek korset pelangsing perut dan paha

Amankah Penggunaan Korset Pelangsing Perut dan Paha?

Posted on

Memiliki pinggang yang ramping seperti artis Olla Ramlan dan artis luar negeri adalah dambaan bagi setiap wanita. Berbagai cara dan upaya dilakukan setiap wanita untuk mendapatkannya, salah satunya dengan menggunakan korset pelangsing perut dan paha.

Korset pelangsing adalah pakaian yang umumnya digunakan oleh kamu wanita agar dapat membentuk tubuh menjadi ramping dan ideal. Banyak sekali jenis korset yang sudah beredar di pasaran saat ini, tetapi yang sedang banyak digunakan adalah waist trainer.

Waist trainer ini berbentuk menyerupai bra dengan banyak penggait, dimana pengait tersebut bisa di gunakan untuk mengencangkan korset sesuai dengan keinginan dari penggunannya.

Konon, untuk mendapatkan hasil yang diinginkan, kamu harus menggunakan korset pelangsing dalam jangka waktu minimal 10 jam per hari. Tetapi, hingga sekarang masih belum ada penelitian yang dapat membuktikan bahwa korset pelangsing dapat membentuk tubuh menjadi ideal dan langsing.

Tahukah kamu, korset pelangsing perut dan paha tidak hanya memiliki dampak positif seperti membuat tubuh menjadi langsing, ideal dan indah untuk dipandang. Karena ternyata memiliki dampak negatif atau berbahaya bagi kesehatan.

Menurut dr. Paul Jeffords, yang merupakan ahli bedah saraf, pemakaian korset dalam jangka waktu dan durasi yang lama dapat menyebabkan kerusakan permanen pada tubuh penggunanya. Efek samping yang akan ditimbulkan dapat merusak tulang belakang, ligament dan saraf.

Berikut beberapa efek negatif lain dari korset terhadap kesehatan seperti:

  • Iritasi kulit

iritasi korset pelangsing perut dan paha

Iritasi pada kulit merupakan efek samping yang paling umum terjadi bagi para pengguna korset. Penyebabnya adalah karena korset terlalu erat ketika mengikat tubuh dalam jangka waktu yang lama dan menyebabkan gesekan yang terjadi pada kulit. Iritasi memang bisa dianggap hal yang sangat sepele, akan tetepi jika tidak di obati akan dapat menyebabkan infeksi pada kulit.

  • Refluks atau asam lambung

asam lambung karena korset pelangsing

Penyakit asam lambung adalah nyeri yang terjadi pada ulu hati atau ada sensasi terbakar di dada akibat naiknya asam lambung yang menuju ke esofagus. Esofagus atau kerongkongan adalah bagian saluran pencernaan penghubung lambung dan mulut. Penyakit ini merupakan masalah yang umum terjadi pada masyarakat.

Menggunakan korset juga dapat mempengaruhi lambung. Korset pelangsing perut dan paha menekan bagian tengah tubuh kamu ke bagian atas. Hal ini membuat asam lambung dan menyebabkan nyeri ulu hati, penyakit lambung dan gangguan pencernaan lainnya.

Jika mengalami masalah asam lambung, sebaiknya hentikan pemakaian korset agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

  • Gangguan pernapasan

sesak nafas karena korset

Sistem pernapasan dapat terganggu karena tubuh kekurangan oksigen. Banyak hal yang bisa menyebabkannya, misalnya asap rokok, polusi serta bahan yang menyebabkan alergi juga penggunaan pakaian yang terlalu ketat. Kondisi-kondisi tersebut dapat menyebabkan kerusakan pada organ pernafasan yang memicu.

Korset menekan dada kamu dan membatasi jumlah oksigen yang terhirup pada dada kamu berkurang drastis. Hal ini membuat jumlah oksigen terhirup dapat berkurang. Anda dapat mengalami kesulitan bernapas, pusing, bahkan pingsan.

  • Baal

Kekencangan korset dapat membuat peredaran darah dalam tubuh menjadi terganggu dan  saraf juga ikut mengalami gangguan. Korset dapat menyebabkan kamu merasa ball atau yang biasa disebut dengan kesemutan pada bagian kaki kamu.

Jika kamu ingin memiliki pinggang ramping dan ideal, sebaiknya kamu hindari menggunakan korset pelangsing, jika tidak ingin semua efek samping diatas kamu derita. Dengan menerapkan diet bergizi serta olahraga teratur kamu akan mendapatkan berat badan ideal dan bentuk pinggang yang ideal.