READY TO WEAR vs MAKING YOUR OWN CLOTHES

Posted on

Salah satu kebutuhan dasar manusia adalah pakaian. Pakaian berfungsi menutup aurat, melindungi kulit dari sengatan matahari, debu dan udara dingin. Namun seiring perkembangan zaman, pakaian menjadi komoditas yang memiliki nilai seni (estetika) bagi sebagian besar orang.

Mulai dari cutting, corak, warna, desain, semuanya melalui proses berpikir agar tercipta sehelai pakaian yang enak dipandang. Memakai pakaian yang indah juga menjadi kebutuhan manusia supaya dalam proses sosialisasinya, dia tidak merasa rendah diri. Contohnya kalau kita datang ke sebuah acara dengan busana yang tidak sesuai dengan dress-code nya pasti akan merasa tidak percaya diri, malu. Rasanya ingin kabur dari tempat itu. Kamu pasti pernah bingung mau pakai baju apa yah, yang ini, yang itu, warna merah, warna biru atau putih. Nah apa yang kamu alami itu merupakan bagian dari upaya agar tampil dengan pakaian yang indah dan sesuai dengan acaranya.

Untuk memenuhi kebutuhan pakaian, kita bisa langsung beli pakaian yang sudah jadi di pasaran. Kalau merasa tidak cocok dengan barang di pasaran, kamu bisa juga jahit pakaian sendiri, maksudnya minta tolong penjahit handal agar hasilnya maksimal. Tapi pernahkah kamu berpikir, lebih murah beli baju ready to wear, atau menjahit sendiri?. Kali ini kita akan bahas plus-minus kedua-duanya.

Ready to wear

  1. Siang beli, sore bisa langsung pakai. Inilah nilai plus nomor wahid dari pakaian ready to wear. Untuk acara dadakan, ini jadi solusi paling tepat.
  2. Banyak pilihan warna, corak, ukuran dan diskon pastinya. Kamu hanya tinggal tunjuk, pergi ke kasir, bawa pulang dan siap bergaya dengan baju kamu. Kehati-hatian dalam membeli barang, juga pastikan ukuran baju kamu memang sesuai, jangan sampai karena diskon yang besar kamu jadi lupa diri dan memaksakan beli baju yang terlalu pas, sampai susah bernafas. Jangan menyiksa diri sendiri guys.
  3. Untuk fashion item tertentu, harga lebih murah ketimbang jahit sendiri. Misalnya kaos, kenapa?, karena kaos-kaos ready to wear dibuat dalam jumlah yang banyak oleh produsennya jadi harganya lebih murah. Jadi, mending beli langsung aja yah kalau kaos. Ribet kalau jahit sendiri, apalagi cuma satu potong
  4. Pasaran alias mainstream. Pakaian yang dijual di toko-toko tentu tidak dibuat terbatas. Contoh kemeja merah kotak-kotak dibuat dengan berbagai ukuran. Satu ukuran bisa dibuat sebanyak ratusan bahkan ribuan jumlahnya untuk distribusi yang lebih luas. Kecuali mungkin kamu beli baju di butik desainer ternama. Jadi siap-siap aja kamu kalau ketemu orang dengan pakaian yang persis sama seperti yang kamu pakai.

Baca juga: KAOS FAMILY GATHERING

Making your own clothes

  1. Kalau kamu termasuk orang yang tidak masuk daftar ukuran baju yang ada di pasaran, jahit baju sendiri bisa jadi solusi jitu. Dalam proses pengukuran dan membuat pola, penjahit akan langsung mengukur sesuai bentuk tubuh kita. Jadi kita bisa request sesuai selera.
  2. Terstimulasi untuk kreatif dan imajinatif. Buat kamu yang senang bereksperimen dengan gaya busana yang anti-mainstream, eksklusif. Kamu bisa menumpahkan ide gila kamu di sini. Siapa tahu bisa jadi ide bisnis kamu ke depan.
  3. Cari bahan sendiri, buat desain sendiri, dan cari penjahit handal. Tiga poin tersebut bisa jadi masalah yang buat kamu ribet atau justru tantangan agar kamu bisa lebih kreatif, demi busana yang lain daripada yang lain. Keren.
  4. Siapkan budget untuk beli bahan, bayar tukang jahit dan ongkos antar jemput pakaian kamu.
  5. Harus menunggu lama. Biasanya untuk jahit satu potong kemeja saja, kita harus menunggu sekitar dua minggu. Jadi memang menjahit baju sendiri diperuntukan bagi orang yang ingin membuat baju di hari special yang sudah disiapkan. Misalnya kebaya untuk wisuda atau jas untuk pernikahan.

Kesimpulannya bukan soal lebih murah atau lebih mahal. Murah atau mahal adalah pilihan. Kamu bisa beli baju murah, baju mahal, jahit baju murah, jahit baju mahal. Semua kembali pada kebutuhan dan kemampuan keuangan kamu.