Maulidan, Sholawatan, Tahlilan, Adalah Tradisi Islam di Nusantara

Posted on

Waketum Majelis Ulama Indonesia Pusat, Zainut Tauhid Sa’adi mengatakan bahwa Islam Nusantara hanya sebuah istilah, dan perihal Islam Nusantara itu cuma dlm kategori cabang agam (furu’iyyah) tak termasuk dlm masalah pokok agama, karena perihal itu hanya istilah tak dlm substansi. Menurutnya, istilah Islam Nusantara sama halnya dg Islam Berkemajuan yg digagas oleh Muhammadiyah. MUI Pusat pun, katanya, mempunyai istilah tersendiri yaitu Islam Wasathiyah. Jadi istilah-istilah itu tak perlu dibesar-besarkan dan terlalu dipersoalkan karena justru dapat merusak hubungan persaudaraan dg sesama umat Islam.

Maulidan, Sholawatan, Tahlilan, Adalah Tradisi Islam di Nusantara

Zainut menyesalkan keputusan Rapat Koordinasi Bidang Ukhuwah MUI Sumatera Barat yg secara terang-terangan menolak konsep Islam Nusantara yg digagas oleh Nahdlatul Ulama. MUI Provinsi Sumatera Barat menolak konsep Islam Nusantara dikarenakan dinilai menyalahi khittah dan jati diri Majelis Ulama Negara Indonesia sebagai wadah berhimpun, musyawarah, dan silaturahmi para ulama, zuama, dan cendekiawan muslim dari berbagai organisasi dan kalangan di seluruh Negara Indonesia.

Zainut Tauhid mengatakan bahwa Majelis Ulama Negara Indonesia seharusnya mampu mengedepankan semangat persaudaraan sesama umat Islam (ukhuwah), toleransi terhadap sesama manusia (tasamuh) dan moderasi (tawazun). Dan lebih-lebih dlm menyikapi berbagai hal persoalan yg berkaitan dg masalah umat Islam di Negara Indonesia.

Maulidan, Sholawatan, Tahlilan, Adalah Tradisi Islam di Nusantara

Di dlm putusan Ijtima Ulama Majelis Ulama Negara Indonesia yg diselenggarakan di Gontor mempunyai panduan bagaimana MUI harus menyikapi sebuah perbedaan paham keagamaan di kalangan umat Islam di Negara Indonesia khususnya. Ijtima itu juga dituangkan dlm sebuah Dokumen Taswiyatul Manhaj yg berarti yaitu Penyamaan Pola Pikir Keagamaan.

Berlandaskan dokumen itu, masalah perbedaan paham keagamaan yg sifatnya cabang dlm agama / furu’iyyah seperti halnya Islam Nusantara harus mampu diterima sepanjang masih dlm masalah perbedaan majal al-ikhtilaf.

Dewan Pimpinan Majelis Ulama Negara Indonesia memastikan bahwa akan mengevaluasi lagi putusan soal penolakan terhadap konsep Islam Nusantara dg mekanisme peraturan yg ada. dlm prinsipnya Majelis Ulama Negara Indonesia harus mampu menjadi pemersatu dari semua golongan umat Islam di Negara Indonesia.