Tentang Histori Singkat Tentang Ka’bah dan Masdi Al-Haram

Posted on

Ziarah ke tempat suci adalah ajaran inti dari nyaris semua agama. Ka’bah, yang mempunyai makna kubus dalam bahasa Arab, merupakan bangunan empat persegi yang ditutupi sutra. Terletak di Mekah, Arab Saudi, itu merupakan tempat paling suci di dalam Islam.

Di dalam Islam, orang-orang Mukmin melakukan shalat lima kali sehari dan setelah 624 M, melakukan shalat ini diarahkan ke Mekah dan Ka’bah; arah ini — atau yang disebut sebagai kiblat dalam bahasa Arab — ditandai di segenap masjid di segala belahan dunia sehingga memungkinkan umat Islam untuk mengetahui ke arah mana mereka harus melakukan sholat. Allah swt yang menetapkan arah sembahyang ini di dalam Al Qur’an.

Semua orang-orang Muslim bercita-cita untuk mengerjakan ritual haji dan umroh, atau Kunjungan tahunan, ke Ka’bah sekali dalam hidup mereka jika mereka memiliki kesanggupan. melakukan shalat lima kali sehari dan ibadah haji dan umrah yakni dua dari lima rukun Islam, sendi paling mendasar dalam Islam. Travel Umroh Murah Rizkia Tour & Travel

Setibanya di Mekah, para peziarah berkerumun di pelataran Masjidil Haram di seputar Ka’bah. Orang-orang Islam maka melakukan tawaf dalam bahasa Arab — berlari kecil di seputar Ka’bah, dimana orang-orang Islam bercita-cita untuk mampu mencucup dan memegang Batu Hitam (al-Hajar al-Aswad) yang menempel di sudut timur Ka’bah.

Histori dan Bentuk Ka’bah

Ka’bah yaitu kawasan perlindungan di masa pra-Islam. Orang-orang Islam meyakini bahwa Utusan Allah swt Ibrahim dalam dan putranya, Nabi Ismail, membangun Ka’bah. Sejarah menjelaskan bahwa pada mulanya yakni Ka’bah merupakan struktur persegi panjang sederhana. Suku Quraish, yang memegang kendali Mekah saat itu, mendirikan kembali Ka’bah pra-Islam pada tahun 608 Masehi. Pintunya ditinggikan di atas permukaan tanah supaya mengamankan Bangunan Ka’bah dari penjarah dan juga air banjir.

Utusan Tuhan Muhammad saw diusir dari Mekah pada 620 M ke Yasrib, yang saat ini dikenal sebagai Kota Madinah. Sekembalinya ke Mekah pada 629 M, bangunan Ka’bah menjadi titik fokus untuk ibadah shalat dan Ziarah orang-orang Mukmin. Ka’bah sebelum Islam terdapat patung tuhan orang-orang kafir. Utusan Tuhan Muhammad saw membersihkan Ka’bah dari berhala pada saat itu, mengembalikan ka’bah ke monoteisme Utusan Tuhan Ibrahim as. Hajar Aswad diriwayatkan telah diberikan kepada Rasul Ibrahim as oleh malaikat Jibril as dan dihormati oleh orang-orang Muslim. Rasul Muhammad saw melakukan Kunjungan terakhir ke Ka’bah pada 632 M, tahun wafat beliau. Travel Umroh Murah Rizkia Tour & Travel

Ka’bah telah diperluas secara luas sepanjang sejarahnya. Daerah di seputar Ka’bah diperluas untuk menampung meningkatnya jumlah peziarah oleh khalifah kedua, Umar bin Khattab. Khalifah ‘Utsman bin Affan, yang memerintah 644-56 M, mendirikan tiang-tiang di sekeliling alun-alun terbuka di mana Ka’bah berdiri dan memasukkan monumen penting lainnya ke dalam tempat suci tersebut.

Selama perang saudara antara khalifah Abdul Malik dan Ibnu Zubai, yang menguasai Mekkah ketika itu, Ka’bah terbakar pada tahun 683 Masehi. Kabarnya, Batu Hitam pecah menjadi 3 bagian dan Ibnu Zubai memasangnya kembali dengan perak. Dia menegakkan kembali Ka’bah mengikuti dimensi asli Rasulullah Ibrahim as dan juga membuka ruang di seputar Ka’bah. Setelah mendapatkan kembali kekuasaan atas Mekkah, Abd al-Malik memulihkan bagian dari bangunan Ka’bah sesuai yang telah dirancang Utusan Allah swt Muhammad saw. Tak satu pun dari perluasan ini dapat dikonfirmasi dengan studi bangunan ataupun bukti arkeologi; perbaikan ini hanya diuraikan dalam sumber-sumber sejarah selanjutnya.

Diceritakan bahwa di bawah pemerintahan khalifah Umaiyah al-Walid, yang memerintah 705-15 M, Ka’bah dihiasi dengan mosaik seperti yang ada di Dome of the Rock dan Masjid Agung Damaskus. Ketika abad ketujuh, Ka’bah ditutupi dengan kiswa, kain hitam yang diganti setiap tahun selama haji.

Di bawah kepemimpinan Khalifah Abbasiyah awal, yang memerintah dari 750-1250 M, masjid di sekeliling Ka’bah diperluas dan dimodifikasi beberapa kali. Modifikasi besar terakhir dilakukan pada tahun 1950 M oleh pemerintah Arab Saudi untuk menampung semakin banyak jumlah peziarah yang datang untuk memenuhi ibadah haji dan umrah. Hari ini Masjid al-Haram mencakup hampir 40 hektar. Cara sholat dhuha sesuai sunnah Nabi saw

Ka’bah hari ini

Hari ini, Ka’bah yaitu struktur yang berbentuk persegi, tidak seperti hampir kesemua struktur agama dan keyakinan lainnya. Tinggi bangunan Ka’bah 15 meter dan sepuluh setengah meter di seluruh sisi; sudutnya sejajar dengan arah mata angin. Pintu Ka’bah sekarang terbuat dari emas murni; ditambahkan di tahun 1982. Kiswah — kain hitam bersulam benang emas yang mengelilingi Ka’bah — saat itu dikirim dari Mesir dengan karavan haji, hanya saja hari ini dibuat di Arab Saudi. Banyaknya perluasan pada bangunan Ka’bah dan masjid yang berfungsi sebagai tempat sakral orang-orang Islam, direnovasi dan diperbaiki baik karena kerusakan atau perubahan kebutuhan masyarakat. Hanya umat Muslim yang bisa mengunjungi kota suci Mekah dan Madinah hari ini.